Edukasi Blog

Carilah apa yang ingin kalian cari, gapailah apa yang ingin kalian gapai. #EdukasiBlog

Resep Daging Gulung

(Sumber : google.co.id)
EDUKASI BLOG - RESEP DAGING GULUNG. Jumpa lagi dengan EDUKASI BLOG, blog yang menyajikan artikel-artikel pendidikan yang Insya Allah bermanfaat untuk anda semua, pembahasan kali ini yaitu RESEP DAGING GULUNG , berikut bahan dan cara pembuatannya.

DAGING GULUNG 


BAHAN PANCAKE : 

  1. 100 gram tepung terigu
  2. 200 ml air
  3. 1/2 sendok teh garam
  4. 1 butir telur

BAHAN ISI : 

  1. 200 gram daging cincang, cincang halus
  2. 1/2 buah bawang bombay
  3. 2 siung bawang putih, cincang halus
  4. 1/2 buah paprika hijau potong kecil-kecil
  5. 2 sendok makan saus tomat
  6. 2 sendok makan saus cabai
  7. 1 sendok teh cabai bubuk
  8. 500 ml kaldu
  9. garam, merica
  10. 2 sendok makan minyak untuk menumis

BAHAN UNTUK SAUS : 

  1. 4 sendok makan margarine
  2. 6 sendok makan tepung terigu
  3. 600 ml susu
  4. garam, merica
  5. 50 gram keju cheddar parut

CARA / PROSEDUR PEMBUATAN : 

  1. Aduk bahan pancake lalu buat dadar tipis-tipis, sisihkan
  2. tumis bawang bombay, bawang putih sampai harum. Tambahkan paprika merah, hijau, garam, merica, saus tomat, saus cabai, dan kaldu.
  3. Buat saus : panaskan margarin masukkan tepung, aduk hingga kental lalu tuangkan susu, garam, merica
  4. Ambil selembar dadar isi dengan daging kemudian gulung. Tata dalam pinggan tahan panas. Tambahkan saus dan parutan keju. Panggang sampai matang 
Untuk : 5 Porsi.

Demikian untuk pembahasan kali ini yaitu Resep Daging Gulung, semoga bermanfaat buat saudara(i) sekalian, mohon bantuan Like atau Share nya yahh :D , tetap kunjungi EDUKASI BLOG yah, 

Resep Ayam Semur

(Sumber : Google.co.id)

EDUKASI BLOG - RESEP AYAM SEMUR. Jumpa lagi dengan EDUKASI BLOG, di blog yang penuh ilmu pengetahuan yang pastinya akan berguna untuk saudara(i) sekalian, pada artikel saya kali ini, akan membahas mengenai resep, yaitu RESEP AYAM SEMUR , berikut bahan dan cara pembuatannya. 

AYAM SEMUR 

Bahan-bahan yang diperlukan : 

  1. Daging ayam
  2. garam, merica
  3. Pala (di memarkan)
  4. bawang merah goreng
  5. kecap manis
  6. kentang (kupas, lalu kukus)
  7. irisan bawang bombay
  8. Air

Cara/prosedur pembuatan : 

  1. Tumis bawang bombay dengan margarine
  2. Masukka ayam
  3. tambahkan dengan kecap manis, lalu air
  4. Masak sampai airnya menyusut
  5. Setelah menyusut , lalu masukkan kentang kukus.
Demikianlah artikel mengenai Resep Ayam Semur, semoga bermanfaat bagi saudara(i) sekalian, tetap kunjungi EDUKASI BLOG yahh,

Resep Ayam Bakar Kecap

(Sumber Gambar : http://resepcaramasak.info/)

EDUKASI BLOG - RESEP AYAM BAKAR KECAP. Jumpa lagi dengan EDUKASI BLOG. Blog yang menyediakan berbagai pengetahuan, gubuknya ilmu. Pembahasan kali ini yaitu RESEP AYAM BAKAR KECAP , Mantapp nih agan2 sekalian buat menu buka puasa (Hahahaha), kan artikel nya dibuat pada saat bulan puasa, mantep toh. Berikut pembahasannya :

AYAM BAKAR KECAP

Bahan Yang Dibutuhkan : 

  1. Daging Ayam
  2. Cabe merah (Haluskan)
  3. Bawang merah (Haluskan)
  4. Bawang putih (Haluskan)
  5. Garam, merica (Haluskan)
  6. Margarine (Cairkan)
  7. Kecap
  8. Asam
  9. Daun Jeruk

Cara Pembuatannya : 

  1. Campur bumbu halus (Cabe merah, bawang merah, bawang putih) dengan air asam , kecap manis, garam, merica, margarine yang sudah di cairkan.
  2. Lumuri ayam dengan bumbu diatas
  3. Diamkan kurang lebih 15 menit
  4. Ungkep dalam wajan
  5. Tambahkan daun jeruk 
  6. Masak hingga matang
  7. Lalu bakar/panggang di dalam oven/pemanggang

Demikianlah pembahasan artikel EDUKASI BLOG yang berjudul RESEP AYAM BAKAR KECAP. Semoga bermanfaat bagi saudara(i) sekalian. Tetap Kunjungi EDUKASI BLOG yah.  

Komponen Peta

EDUKASI BLOG - Komponen Peta. Peta terdiri atas dua bagian utama, yaitu muka peta dan informasi tepi peta. Bagian muka peta adalah wilayah yang digambar pada peta. Pada bagian ini informasi yang ditampilkan digambar dalam bentuk simbol. Adapun informasi tepi peta adlah informasi atau keterangan dari suatu peta. Informasi tepi peta terdiri dari judul peta, skala peta, orientasi peta, legenda, garis tepi peta, letak koordinat, sumber peta, dan inset peta.

1. Judul Peta

Setiap peta harus memiliki judul karena memuat isi dari peta tersebut. Judul pada peta umum dan peta tematik berbeda. Pada peta umum, judul hanya menunjukkan wilayah daerah yang terdapat pada peta tersebut. Misalnya, peta Propinsi Jawa Timur, Kota Medan, dan Peta Pulau Sulawesi. Adapun pada peta tematik, selain harusmenyebutkan daerahnya harus pula menyebutkan tema yang ada pada peta tersebut, bahkan harus menyebutkan data waktu (tahun, bulan, atau minggu). Misalnya, Peta penggunaan lahan propinsi Gorontalo 2008, Peta Jenis Tanah Kabupaten Agam 2007, dan Peta Kepadatan Penduduk Kota Semarang Tahun 2006.

2. Skala Peta 

Skala peta adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara jarak datar pada peta dan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala peta dibedakan atas skala angka, skala garis, dan skala verbal.

a. Skala Angka adalah skala peta yang dinyatakan dalam bentuk angka. Skala angka sering pula dinamakan skala numerik atau skala pecahan. Contohnya, skala suatu peta adalah 1:50.000, artinya 1 cm di peta sama dengan 50.000 cm atau atau 0,5 km di lapangan (dipermukaan bumi).
b. Skala Garis adalah jenis peta yang dinyatakan dalam bentuk garis. Garis tersebut terbagi dlaam beberapa bagian dengan ukuran sama besar. Skala garis sering pula dinamakan skala grafis.
(Contoh Skala Grafis)

c. Skala Verbal adalah skala peta dalam bentuk kalimat. Contohnya, 1 inci ke 1 mil, artinya 1 inci berbanding 1 mil.

3. Tanda Orientasi

Tanda orientasi atau arah mata angin biasanya berupa tanda panah yang menunjukkan arah utara. Akan tetapi, hal ini tidak mutlak karena ada beberapa peta yang orientasinya bukan ke arah utara, tetapi ke arah barat atau selatan.

(Contoh Tanda Orientasi, Atau Arah Mata Angin)

4. Simbol dan Warna Peta 

Menurut bentuknya, simbol dibedakan atas simbol titik, simbol garis, dan simbol wilayah.
a. Simbol Titik dipergunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional, seperti kota, gedung, pelabuhan, sekolah, candi, stasiun, dan lapangan terbang.

b. Simbol garis digunakan untuk menyajikan unsur-unsur yang memanjang, seperti jalan raya, jalan kereta api, sungai, garis pantai, dan batas administrasi.

c. Simbol wilayah digunakan untuk menggambarkan unsur-unsur yang memiliki luas, seperti hutan, sawah, rawa, dan tegalan.

5. Legenda 

Legenda adalah keterangan tentang simbol-simbol yang terdapat dalam peta. Pada umumnya, legenda diletakkan disudut kiri atau kanan bawah peta. keberadaan legenda sangat pentingkarena merupakan kunci untuk memahami simbol-simbol yang ada pada peta. 
(Contoh Legenda Pada Peta)

6. Garis Astronomis 

Garis astronomis adalah garis yang menunjukkan koordinat garis lintang dan garis bujur. Garis Lintang (garis paralel) adalah garis-garis khayal yang melintang di atas permukaan bumi dari arah barat ke timur sejajar dengan garis khatulistiwa (lintang 0 derajat). Garis Bujur (garis meridian) adalah garis-garis khayal vertikal dari arah utara ke selatan yang membagi bola bumi menjadi belahan barat dan belahan timur. 

7. Peta Inset 

Peta Inset adalah peta berukuran kecil yang disispkan pada peta utama. Pada umumnya, peta inset diletakkan di bagian sisi kiri, sisi kanan, atau di bawah peta dalam garis tepi. Peta inset berukuran lebih kecil dibandingkan dengan peta utama yang bertujuan untuk memperjelas peta utama atau peta inti.

8. Lembaga Pembuat Peta 

Lembaga pembuat peta perlu dicantumkan untuk mengetahui siapa atau lembaga apa yang membuat peta sehingga sumber peta menjadi jelas. 

9. Tahun Pembuatan Peta 

Tahun pembuatan peta sangat dibutuhkan terutama bagi peta yang menyajikan data yang cepat berubah, seperti jumlah dan persebaran penduduk, pola penggunaan lahan, dan produksi pertanian. Pada umumnya, tahun pembuatan peta ditulis di bawah kanan peta.

Resep Ayam Bumbu Kemangi

(Sumber : google.co.id)

EDUKASI BLOG - RESEP AYAM BUMBU KENANGI. Jumpa lagi di EDUKASI BLOG, blog yang menyajikan bebagai ilmu pengetahuan yang Insya Allah akan bermanfaat untuk saudara(i) sekalian, pembahasan kali ini yaitu RESEP AYAM BUMBU KENANGI, berikut bahan dan cara pembuatannya.

AYAM BUMBU KEMANGI 


BAHAN YANG DIPERLUKAN : 

  1. Daging ayam
  2. Cabe merah (Haluskan)
  3. Cabe rawit (Haluskan)
  4. Bawang merah (Haluskan)
  5. Bawang putih (Haluskan)
  6. Kemiri goreng (Haluskan)
  7. Daun jeruk
  8. Batang serei (iris)
  9. Jahe (iris btang korek)
  10. Kemangi
  11. santan

CARA / PROSEDUR PEMBUATAN : 

  1. Tumis bumbu yang telah dihaluskan
  2. Tambahkan daun jeruk, batang serei iris, dan jahe
  3. Masukkan ayam, garam, merica, masak sampai berubah warna
  4. Masukkan santan
  5. Setelah menyusut, masukkan daun kemangi,
  6. Taraaaa, siap dihidangkan
Demikianlah pembahasan kali ini yaitu RESEP AYAM BUMBU KENANGI, yang dipostingkan oleh EDUKASI BLOG, semoga bermanfaat untuk saudara(i) sekalian, terus kunjungi EDUKASI BLOG yah, 

Apresiasi Karya Seni Rupa Terapan

EDUKASI BLOGApresiasi Karya Seni Rupa Terapan. Di pembahasan sebelumnya yaitu Apresiasi Karya Seni Kriya, dibahas mengenai kelompok-kelompok seni kriya, contoh, Kriya Tekstil berupa batik, tenun, dan bordir, Kriya Anyaman, Kriya Lukis, Kriya Kulit, Kriya Ukiran, Kriya Logam, Kriya Keramik, dan Kriya Lainnya. Dalam lingkup internasional, keunikan seni kriya Indonesia selalu menjadi perhatian ketika dipamerkan. Seni Kriya merupakan istilah yang dipopulerkan untuk menggantikan kata kerajinan yang dianggap tidak sesuai lagi. Karya seni mengandung tema dan memuat beragam simbol atau lambang yang menjadi cermin diri dan lngkungan tempat kriya tersebut berkembang.

1. Pengertian Apresiasi

Apresiasi adalah sikap kepekaan dalam menghargai, mengagumi, dan menilai sebuah karya seni. Apresiasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu apresiasi pasif dan aktif. Apresiasi pasif tumbuh seiring dengan pembiasaan yang sifatnya pasif sampai pada tahap menilai. Adapun apresiasi aktif, yaitu apresiasi pasif yang disertai pembuatan karya

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam mengkaji atau menilai sebuah karya seni, yaitu berkaitan dengan nilai bentuk dan nilai isi.


  • Nilai Bentuk 
Nilai bentuk berkaitan dengan hal yang sifatnya indrawi, artinya penyerapan visual dengan mata menjadi acuan dalam apresiasi. Nilai bentuk karya seni rupa disebut juga nilai intrinsik. Bentuk karya disebut juga sebagai bahan atau media yang secara fisik dapat dipersepsi oleh mata pengamat dan wujudnya berupa unsur-unsur fisik seni rupa. Misalnya, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna, dan nada gelap terang.
  • Nilai Isi 
Nilai isi disebut juga nilai ekstrinsik dan bersifat nonfisik karena berada dibalik wujud karya. Nilai isi pada karya seni rupa hadir melalui pengolahan unsur-unsur fisik. Seorang pengamat setelah menikmati nilai-nilai fisik akan menangkap isiatau pesan perupa yang terdapat pada karya, misalnya komposisi, gagasan, pesan, perlambangan tema, gaya, kemampuan teknik, dan bakat perupa dalam mengolah nilai-nilai bentuk.

Pada saat menikmati karya yang menimbulkan sikap simpati akan muncul getaran yang menuntun sikap empati (lebur dengan objek), sikap ini merupakan tingkatan apresiasi tertinggi. 

2. Apresiasi Karya Seni Rupa 

Untuk menghindari kesimpangsiuran, apresiasi seni rupa harus dilakukan dengan menggunakan pendekatan tertentu, diantaranya adalah : 
  • Pendekatan Mimetik 
Melalui pendekatan ini, sebuah karya dinilkai kaitannya dengan kenyataan yang ada di alam. Misalnya, lukisan binatang akan dilihat kemiripannya dengan binatang sesungguhnya yang hidup di alam.
  • Pendekatan Ekspresif 
Melalui pendekatan ini, apresiasi karya seni rupa dilakukan dengan menilai ungkapan atau ekspresi perupa yang diwujudkan ke dalam karya. Misalnya, kelugasan dalam mempergunakan media dan teknik tertentu dapat dijadikan acuan dalam menilai ekspresinya.
  • Pendekatan Struktural 
Melalui pendekatan ini, apresiasi karya seni rupa dilakukan dengan menilai kesatuan utuh karya dengan strukturnya. Aspek kebentukan karya yang terdiri atas unsur-unsur pendukungnya dpat menjadi landasan penilaian.
  • Pendekatan Semiotik 
Melalui pendekatan ini, apresiasi karya seni rupa dilakukan dengan menilai kandungan berbagai tanda yang ingin disampaikan seorang perupa kepada penikmatnya. Berdasarkan hal tersebut dapat dibuat berbagai tafsir atas karya yang dilihat.

3. Jenis-Jenis Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Khazanah karya seni rupa terapan Nusantara tidak dapat terhitung jumlahnya. Di seluruh wilayah Indonesia, diproduksi berbagai jenis, bentuk, hiasan, gaya, media, teknik, dan fungsi benda yang dapat diklasifikasikan sebagai karya seni rupa terapan.

a. Pakaian 

Dari segi bentuk dan bahannya, kebutuhan pakaian manusia bermacam-macam. Bahannya ada yang berasal dari hasil budi daya tumbuhan, seperti kapas yang dipintal menjadi benang untuk ditenun menjadi sehelai kain atau serat tumbuhan dan bahan kulit kayu yang diolah sampai menyerupai kain.

b. Perhiasan 

Keinginan menghias tubuh sudah ada sejak dimulainya peradaban manusia. Bahannya ada yang dari serat tumbuhan atau ranting; bagian tubuh binatang, seperti taring, kulit, atau kepalanya yang diawetkan; aneka batu mulia; dan logam. Perhiasan dapat dikenakan pada bagian kepala, telinga, hidung, leher, perut, tangan , jemari dan kaki.

c. Senjata 

Senajat tradisional daerah tertentu mempunyai keunikan, baik dari segi bentuk, bahan, teknik pembuatan,maupun hiasannya.Bentuknya ada yang berupa pisau, keris, golok, dan tombak.

d. Topeng dan Wayang 

Topeng dan wayang merupakan jenis karya seni rupa terapan yang berkaitan dengan cabang seni yang lain, yaitu seni tari, musik, dan teater. Penggunaan seni rupa sangat jelas fungsinya dalam kriya topeng dan wayang.

e. Kemasan 

Kemasan atau wadah untuk makanan atau benda lainnya amat beragam. Jenis makanan tertentu identik dengan kemasan yang membungkusnya. 

f. Alat Transportasi 

Kendaraan menjadi alat angkut yang penting dlam kehidupan manusia. Kendaraan tradisional, jenisnya ada yang dihela binatang atau dikayuh oleh manusia, seperti becak, sampan, delman, atau pedati.

g. Bangunan 

Fungsi bangunan sebagai kebutuhan primer manusia dapat dibedakan menjadi banguna sehari-hari (profan) dan bangunan keagamaan (sakral). Rumah tinggal dan rumah adat termasuk bangunan sehari-hari.

h. Peralatan Rumah Tangga 

Peralatan rumah tangga tidak hanya termasuk sebagai barang fungsional karena hampir pada semua peralatan rumah tangga terdapat sentuhan seni.

i. Benda Ritual 

Peralatan untuk kepentingan upacara menjadi benda yang secara khusus dipersiapkan sebagian besar suku bangsa yang ada di Indonesia. Bentuknya dapat berupa sesajen atau benda-benda upacara-upacara adat atau keagamaan.

j. Alat Musik 

Perangkat yang dapat menghasilkan suara disebut alat musik, baik yang dipetik, dipukul, ditabuh, ditiup, maupun digesek. Bahannya dari bambu, kayu, logam, atau kulit hewan. 

k. Ragam Hias 

Pembuatan ragam hias sangat bergantung pada benda yang dihiasnya. Ragam hias Nusantara dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1) Ragam hias Flora atau tumbuhan
2) Ragam Hias Fauna Atau Hewan
3) Ragam hias manusia
4) Ragam hias geometris
5) Ragam hias kaligrafi
6) Ragam hias lainnya

Resep Pindang Ayam


(Sumber Gambar : http://www.livestockreview.com/) 

EDUKASI BLOG - Resep Pindang Ayam. Pembahasan resep hari ini yaitu (PINDANG AYAM). Ini adalah artikel pertama saya yang membahas mengenai resep kuliner Nusantara. Mungkin terasa agak spesial yah :D hihihih.. Langsung saja ke topik pembahasan. Mari simak baik-baik.

PINDANG AYAM

Bahan yang diperlukan : 

  1. Daging Ayam
  2. Cabe merah (Iris Halus)
  3. Cabe Hijau (Iris Halus)
  4. Bawang Merah (Iris Halus)
  5. Bawang Putih (Iris Halus)
  6. Daun jeruk, daun salam
  7. Lengkuas, jahe, sereh (memarkan)
  8. Belimbing wuluh (potong2) 
  9. Garam
  10. Merica
  11. Kecap
  12. Gula merah
  13. Air asam
  14. Mentega 
  15. Kunyit (Bakar)
  16. Tomat (Iris)

Cara Pembuatannya : 

  1. Lumerkan 2 sdm margarine
  2. Masukkan irisan bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe hijau, sereh, daun salam, daun jeruk, kunyit bakar, jahe, lengkuas.
  3. Masukkan ayam, kecap manis, garam, merica, gula merah, air asam
  4. Tambahkan air . Masak hingga airnya menyusut
  5. Tambahkan irisan tomat , irisan belimbing
  6. Masak hingga kuah menyusut.  
Demikian lah Artikel mengenai Resep Pindang Ayam, semoga bermanfaat untuk saudara(i) sekalian. Tetap kunjungi Edukasi Blog yah.