Edukasi Blog

Carilah apa yang ingin kalian cari, gapailah apa yang ingin kalian gapai. #EdukasiBlog

Tampilkan postingan dengan label Geografi SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi SMA. Tampilkan semua postingan
Keterampilan Dasar Peta dan Pemetaan

Keterampilan Dasar Peta dan Pemetaan

EDUKASI BLOG - KETERAMPILAN DASAR PETA DAN PEMETAAN. Pada kesempatan kali ini, EDUKASI BLOG akan memosting artikel Geografi SMA yaitu KETERAMPILAN DASAR PETA DAN PEMETAAN. Menurut sejarah, pengembangan dari peta topografis telah sebagian besar digunakan untuk kebutuhan militer. Pelatihan Pembacaan Peta Angkatan perang sangat dipentingkan pada saat itu untuk menambah keahlian. Selain digunakan untuk angkatan perang, sekaRang ini peta juga banyak digunakan oleh warga sipil untuk  memancing, berkemah, gerak jalan, tehnik mendaki gunung, menyusuri jalan, atau penggunaan lain yang bersifat untuk mengarahkan ke suatu tujuan atau tempat (navigasi). Bahkan 80 % dari pekerjaan melibatkan data georeference yang dapat di ekstrak dalam peta.

klik dan join LikePage kami di Facebook (EDUKASI BLOG). Silahkan diklik di tulisan merah disamping.

Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi ke dalam bidang yang dipilih dengan skala dan system proyeksi tertentu.
Informasi yang dapat diekstrak dalam peta :
1. Informasi Geometris berupa posisi/lokasi, keruangan/spasial
2. Informasi Semantik atau deskriptif berupa atribut peta dan karakteristik objek

Peta bisa dijeniskan berdasarkan isi, skala, penurunan serta penggunaannya.
  • Peta berdasarkan isinya:
ü  Peta hidrografi: memuat informasi tentang kedalaman dan keadaan dasar laut serta informasi lainnya yang diperlukan untuk navigasi pelayaran.
ü  Peta geologi: memuat informasi tentang keadaan geologis suatu daerah, bahan-bahan pembentuk tanah dll. Peta geologi umumnya juga menyajikan unsur peta topografi.
ü  Peta kadaster: memuat informasi tentang kepemilikan tanah beserta batas dll-nya.
ü  Peta irigasi: memuat informasi tentang jaringan irigasi pada suatu wilayah.
ü  Peta jalan: memuat informasi tentang jejaring jalan pada suatu wilayah
ü  Peta Kota: memuat informasi tentang jejaring transportasi, drainase, sarana kota dll-nya.
ü  Peta Relief: memuat informasi tentang bentuk permukaan tanah dan kondisinya.
ü  Peta Teknis: memuat informasi umum tentang tentang keadaan permukaan bumi yang mencakup kawasan tidak luas. Peta ini dibuat untuk pekerjaan perencanaan teknis skala 1 : 10 000 atau lebih besar.
ü  Peta Topografi: memuat informasi umum tentang keadaan permukaan bumi beserta informasi ketinggiannya menggunkan garis kontur. Peta topografi juga disebut sebagai peta dasar.
ü  Peta Geografi: memuat informasi tentang ikhtisar peta, dibuat berwarna dengan skala lebih kecil dari 1 : 100 000.
  • Peta berdasarkan skalanya:
ü  Peta skala besar: skala peta 1 : 10 000 atau lebih besar.
ü  Peta skala sedang: skala peta 1 : 10 000 – 1 : 100 000.
ü  Peta skala kecil: skala peta lebih kecil dari 1 : 100 000.
Peta tanpa skala kurang atau bahkan tidak berguna. Skala peta menunjukkan ketelitian dan kelengkapan informasi yang tersaji dalam peta. Peta skala besar lebih teliti dan lebih lengkap dibandingkan peta skala kecil. Skala peta bisa dinyatakan dengan: persamaan (engineer’s scale), perbandingan atau skala numeris (numerical or fractional scale) atau skala fraksi dan grafis (graphical scale).
  • Peta berdasarkan penurunan dan penggunaan:
ü  Peta dasar: digunakan untuk membuat peta turunan dan perencanaan umum maupun pengembangan suatu wilayah. Peta dasar umunya menggunakan peta topografi.
ü  Peta tematik: dibuat atau diturunkan berdasarkan peta dasar dan memuat tema-tema tertentu.

klik dan join LikePage kami di Facebook (EDUKASI BLOG). Silahkan diklik di tulisan merah disamping.

PETA TOPOGRAFI

A. UNSUR PETA TOPOGRAFI
Peta topografi adalah suatu representasi di atas bidang datar tentang seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat natural dan buatan yang terlihat dari atas dan diperkecil dengan perbandingan ukuran tertentu. Peta topografi menggambarkan secara proyeksi dari sebagian fisik bumi, sehingga dengan peta ini bisa diperkirakan bentuk permukaan bumi. Bentuk relief bumi pada peta topografi digambarkan dalam bentuk garis-garis kontur.
Dalam menggunakan peta topografi harus diperhatikan kelengkapan petanya  yang juga merupakan unsur yang terdapat dalam peta yaitu:
  • Judul Peta
    Adalah identitas yang tergambar pada peta, ditulis nama daerah atau identitas lain yang menonjol
  • Keterangan Pembuatan Peta
    Merupakan informasi mengenai pembuatan dan instansi pembuat. Dicantumkan di bagian kiri bawah dari peta
  • Nomor Peta (Indeks Peta)
    Adalah angka yang menunjukan nomor peta. Dicantumkan di bagian kanan atas.
  • Pembagian Lembar Peta
    Adalah penjelasan nomor-nomor peta lain yang tergambar di sekitar peta yang digunakan, bertujuan untuk memudahkan penggolangan peta bila memerlukan interpretasi suatu daerah yang lebih luas.
  • Sistem Koordinat
Adalah perpotongan antara dua garis sumbu koordinat. Macam koordinat adalah:
ü  Koordinat Geografis: Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (BB dan BT), yang berpotongan dengan garis lintang (LU dan LS) atau kordinat yang penyebutannya menggunakan garis lintang dan bujur. Koordinatnya menggunakan derajat, menit dan detik. Misalnya Co 120°32′ 12″BT 5°17′ 14″ LS.
ü  Koordinat Grid: Perpotongan antara sumbu absis (x) dengan ordinal (y) pada koordinat grid. Kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak (meter), sebelah selatan ke utara dan barat ke timur dari titik acuan.
ü  Koordinat Lokal: Untuk memudahkan membaca koordinat pada peta yang tidak ada gridnya, dapat dibuat garis-garis faring seperti grid pada peta.
Skala bilangan dari sistem koordinat geografis dan grid terletak pada tepi peta. Kedua sistem koordinat ini adalah sistem yang berlaku secara internasional. Namun dalam pembacaan seiring membingungkan, karenanya pembacaan koordinat dibuat sederhana atau tidak dibaca seluruhnya.
Misalnya: 72100 mE dibaca 21, 9° 9700 mN dibaca 97, dan lain-lain.
  • Skala Peta
Adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak horisontal sebenarnya di medan atau lapangan. Rumus jarak datar dipeta dapat dituliskan sbb:
JARAK DI PETA x SKALA = JARAK DI MEDAN

 klik dan join LikePage kami di Facebook (EDUKASI BLOG). Silahkan diklik di tulisan merah disamping.

Ada dua macam skala yakni skala angka atau non garis (grafis), misalnya skala 1:25.000, berarti 1 cm di peta sama dengan 250 m di medan yang sebenarnya, dan skala garis atau grafis (biasanya di peta skala garis berada di bawah skala angka).

  • Orientasi Arah Utara
Pada peta topografi terdapat tiga arah utara yang harus diperhatikan sebelum menggunakan peta dan kompas, karena tiga arah tersebut tidak berada pada satu garis. Tiga arah utara tersebut adalah:
ü  Utara Sebenarnya (True North/US/TN) diberi simbol * (bintang), yaitu utara yang melalui Kutup Utara di Selatan Bumi.
ü  Utara Peta (Grid North/UP/GN) diberi simbol GN, yaitu Utara yang sejajar dengan garis jala vertikal atau sumbu Y. Hanya ada di peta.
ü  Utara Magnetis (Magnetic North/UM) diberi simbol ↑ (anak panah separuh), yaitu Utara yang ditunjukan oleh jarum kompas. Utara magnetis selalu mengalami perubahan tiap tahunnya (ke Barat atau Timur) dikarenakan oleh pengaruh rotasi bumi.
Karena ketiga arah utara tersebut tidak berada pada satu garis, maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan sudut, antara lain:
ü  Penyimpangan sudut antaraUS – UP baik ke Barat maupun ke Timur, disebut ikhlaf Peta (IP) atau Konvergensi Meridian. Yang menjadi patokan adalah Utara Sebenarnya (US).
ü  Penyimpangan sudut antara US -UM baik ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Magnetis (IM) atau Deklinasi. Yang menjadi patokan adalah I Utara Sebenarnya (IS).
ü  Penyimpangan sudut antara UP – UM baik ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Utara Peta-Utara Magnetis atau Deviasi. Yang menjadi patokan adalah Utara Peta f71′. dengan diagram sudut digambarkan US UP UM

  • Orientasi Peta
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medann yang sebenarnya. Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa, dan lain-lain. Jadi minimal anda tahu kasar posisi anda ada dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda di peta adalah benar.
Langkah-langkah orientasi peta :
  1. usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.
  2. Siapkan kompas dan peta anda, letakan pada bidang datar.
  3. Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya.
  4. Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan.
  5. ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya 
klik dan join LikePage kami di Facebook (EDUKASI BLOG). Silahkan diklik di tulisan merah disamping.
  • Garis Kontur Atau Garis Ketinggian
Garis kontur adalah gambaran bentuk permukaan bumi pada peta topografi. Sifat-sifat garis kontur, yaitu:
ü  Garis kontur merupakan kurva tertutup sejajar yang tidak akan memotong satu sama lain dan tidak bercabang.
ü  Garis kontur yang didalam selalu lebih tinggi dari yang diluar.
ü  Interval kontur selalu merupakan kelipatan yang sama.
ü  Indek kotur dinyatakan dengan garis tebal.
ü  Semakin rapat jarak antara garis kontur, berarti semakin terjal. Jika garis kontur bergerigi (seperti sisir) maka kemiringannya hampir sama atau sama dengan 90°.
ü  Pelana (sadel) terletak antara dua garis kontur yang sama tingginya tetapi terpisah satu sama lain. Sadel yang terdapat diantara dua gunung besar dinamakan PASS.

  • Titik Triangulasi
Selain dari garis-garis kontur dapat pula diketahui tinggi suatu tempat dengan pertolongan titik ketinggian, yang dinamakan titik triangulasi, titik ini adalah suatu titik atau benda yang meruakan pilar atau tonggak yang menyatakan tinggi mutlak suatu tempat dari permungkaan laut. macam-macam titik triangulasi:
ü  Titik Primer, 1′.14 titik ketinggian gol. I, No. 14, tinggi 3120 mdpl. 3120
ü  Titik Sekunder, S.45, titik ketinggian gol. II, No.45, tinggi 2340 mdpl. 2340
ü  Titik Tersier, 7:15 , titik ketinggian gol.III No. 15, tinggi 975 mdpl 975
ü  Titik Kuarter, Q.20 , titik ketinggian gol.IV No. 20, tinggi 875 mdpl 875
ü  Titik Antara, TP.23 , titik ketinggian Antara, No.23, tinggi 670 mdpl 670
ü  Titik Kadaster, K.131 , titik ketinggian Kedaster, No.I 31, tg 1202 mdpl 7202
ü  Titik kadaster Kuater, K.Q 1212, titikketinggian Kedaster Kuarter, No. 1212, tinggi 1993 mdpl 1993

  • Legenda Peta
Adalah informasi tambahan untuk memudahkan interprestasi peta, berupa unsur yang dibuat oleh manusia maupun oleh alam. Legenda peta yang penting dan perlu sekali dipahami antara lain:
ü  Titik ketingian
ü  Jalan setapak
ü  Garis batas wilayah
ü  Jalan raya
ü  Pemukiman
ü  Air Kuburan, dll.
Supaya peta mudah dibaca dan dipahami, maka aneka ragam informasi peta pada skala tertentu harus disajikan dengan cara-cara tertentu, yaitu:
ü  Simbol: digunakan untuk membedakan berbagai obyek, misalnya jalan, sungai, rel dan lain-lainnya.
Daftar kumpulan simbol pada suatu peta disebut legenda peta.
ü  Warna: digunakan untuk membedakan atau memerincikan lebih jauh dari simbol suatu obyek, misalnya laut yang lebih dalam diberi warna lebih gelap, berbagai kelas jalan diberi warna yang berbeda-beda dll.


B. MEMAHAMI PETA TOPOGRAFI
  • Membaca Garis Kontur
    Punggungan Gunung
Punggungan gunung merupakan rangkaian garis kontur berbentuk huruf U dimana Ujung dari huruf U menunjukan tempat atau daerah yang lebih pendek dari kontur diatasnya.
Lembah atau Sungai
Lembah atau sungai merupakan rangkaian garis kontur yang berbentuk n (huruf V terbalik) dengan Ujung yang Tajam.
Daerah landai datar dan terjal curam
Daerah datar/landai garis konturnya jarang, sedangkan daerah terjal/curam garis konturnya rapat.

  • Menghitung Harga Interval Kontur
Pada peta skala 1:50.000 dicantumkan interval konturnya 25 meter. Untuk mencari interval kontur berlaku rumus 1/2000 x skala peta. Tapi rumus ini tidak berlaku untuk semua peta, pada peta GUNUNG MERAPI/1408-244/JICA TOKYO-1977/1:25.000, tertera dalam legenda peta interval konturnya 10 meter sehingga berlaku rumus 1/2500 x skala peta. Jadi untuk penentuan interval kontur belum ada rumus yang baku, namun dapat dicari dengan:
Cari dua titik ketinggian yang berbeda atau berdekatan. Misalnya titik A dan B, Hitung selisih ketinggiannya (antara A dan B), Hitung jumlah kontur antara A dan B, Bagilah selisih ketinggian antara A-B dengan jumlah kontur antara A-B hasilnya adalah interval kontur.

 klik dan join LikePage kami di Facebook (EDUKASI BLOG). Silahkan diklik di tulisan merah disamping.

  • Membaca Utara Peta
Setiap kali menghadapi peta topografi, pertama-tama carilah utara peta tersebut. selanjutnya lihat judul peta (judul peta selalu berada pada bagian utara, bagian atas dari peta). Atau lihat tulisan nama gunung atau desa di kolom peta, utara peta adalah bagian atas dari tulisan tersebut.

  • Mengenal Tanda Medan
Selain tanda pengenal yang terdapat pada legenda peta, untuk keperluan orientasi harus juga digunakan bentuk-bentuk bentang alam yang mencolok di lapangan dan mudah dikenal di peta, disebut Tanda Medan. Beberapa tanda medan yang dapat dibaca pada peta sebelum berangkat ke lapangan, yaitu:
ü  Lembah antara dua puncak
ü  Lembah yang curam
ü  Persimpangan jalan atau ujung desa
ü  Perpotongan sungai dengan jalan setapak
ü  Percabangan da kelokan sungai, air terjun, dan lain-lain
ü  Untuk daerah yang datar dapat digunakan, persimpangan jalan dan percabangan sungai, jembatan dan lain-lain.
  • Menggunakan Peta
    Pada perencanaan perjalanan dengan menggunakan peta topografi, sudah tentu titik awal dan titik akhir akan diplot di peta. Sebelum berjalan catatlah:
ü  Koordinat titik awal (A)
ü  Koordinat titik tujuan (B)
ü  Sudut peta antara A – B
ü  Tanda medan apa saja yang akan dijumpai sepanjang lintasan A – B
ü  Berapa panjang lintasan antara A – B dan berapa kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lintasan A – B
Yang perlu diperhatikan dalam melakukan suatu operasi adalah :
ü  Kita harus tahu titik awal keberangkatan kita, balk di medan maupun di peta
ü  Gunakan tanda medan yang jelas balk di medan dan peta
ü  Gunakan kompas untuk melihat arah kita, apakah sudah sesuai dengan tanda medan yang kita gunakan sebagai patokan, atau belum.
ü  Perkirakan berapa jarak lintasan. Misalnya, medan datar 5 km ditempuh selama 60 menit dan medan mendaki ditempuh selama 10 menit.
ü  Lakukan orientasi dan resection, bila keadaannya memungkinkan.
ü  Perhatikan dan selalu waspada terhadap adanya perubahan kondisi medan dan perubahan arah perjalanan, menyeberangi sungai, ujung lembah dan lainnya-lainnya.
Panjang lintasan sebenarnya dapat dibuat dengan cara, pada peta dibuatkan lintasan dengan jalan membuat garis (skala vertikal dan horisontal) yang disesuaikan dengan skala peta. Gambar garis lintasan tersebut (pada peta) memperlihatkan kemiringan lintasan juga penampang dan bentuk peta. Panjang lintasan diukur dengan mengalikannya dengan skala peta, maka akan didapatkan panjang lintasan sebenarnya.
  • Membaca Koordinat
    Cara menyatakan koordinat ada dua cara, yaitu:
  1. Cara koordinat peta
Menentukan koordinat ini dilakukan diatas peta dan bukan dilapangan. Penunjukan koordinat ini meggunakan:
Sistem Enam Angka, misalnya: koordinat titik A (374:622), titik B (377:461)
Cara Delapan Angka, misalnya: koordinat titik A (3740:6225), titik B (3376:4614)
  1. Cara Koordinat Geografis
Untuk Indonesia sebagai patokan perhitungan adalah Jakarta yang dianggap 0 atau 106° 44′ 27,79″. Sehingga di wilayah Indonesia awal perhitungan adalah kota Jakarta. Bila di sebelah barat Jakarta akan berlaku pengurangan dan sebaliknya. Sebagai patokan letak lintang adalah garis ekuator (sebagai 0). Untuk koordinat geografis yang perlu diperhatikan adalah petunjuk letak peta.

  • Sudut Peta
Sudut peta dihitung dari utara peta ke arah garis sasaran searah jarum jam. Sistem pembacaan sudut dipakai Sistem azimuth (0° – 360°). Sistem Azimuth adalah sistem yang menggunakan sudut-sudut mendatar yang besarnya dihitung atau diukur sesuai dengan arah jarum jam dari suatu garis yang tetap (arah utara). Bertujuan untuk menentukan arah-arah di medan atau di peta serta untuk melakukan pengecekan arah perjalanan, karena garis yang membentuk sudut kompas tersebut adalah arah lintasan yang menghubungkan titik awal dan akhir perjalanan. Sistem perhitungan sudut dibagi menjadi dua berdasarkan sudut kompasnya.
Back azimuth: bila sudut kompas > 180° maka sudut kompas dikurangi 180°. Bila sudut kompas < 180° maka sudut kompas ditambah 180°.


TEKNIK MEMBACA PETA
Prinsipnya: “menentukan posisi dari arah perjalanan dengan membaca peta dan menggunakan tehnik orientasi dan resection, bila keadaan memungkinkan”
ü  Titik awal: Kita harus tahu titik keberangkatan kita, baik itu dipeta maupun di lapangan. Plot titik tersebut di peta dan catat koordinatnya.
ü  Tanda Medan: Gunakan tanda medan yang jelas (punggungan yang menerus, aliran sungai, tebing, dll) sebagai guide line atau pedoman arah perjalanan. Kenali tanda medan tersebut dengan menginterprestasikan peta.
ü  Arah Kompas: Gunakan kompas untuk melihat arah perjalanan kita. Apakah sesuai dengan arah punggungan atau sungai yang kita susuri.
ü  Menaksir Jarak: Dalam berjalan, usahakan selalu menaksir jarak dan selalu memperhatikan arah perjalanan. Kita dapat melihat kearah belakang dan melihat jumlah waktu yang kita pergunakan. Jarak dihitung dengan skala peta sehingga kita memperoleh perkiraan jarak di peta. Perlu diingat, bahwa taksiran kita itu tidak pasti.
10′ x 10′ untuk peta 1:50.000
20′ x 20′ untuk peta 1:100.000
Untuk peta ukuran 20′ x 20′ disebut juga LBD, sehingga pada 20′ pada garis sepanjang khatulistiwa (40.068) merupakan paralel terpanjang.
40.068km: (360° : 20′) = 40.068 km: (360° : 1/3) = 40.068 km: (360° x 3) 40.068km : 1080 = 37,1km
Jadi 20′ pada garis sepanjang khatulistiwa adalah 37,1 km. Jarak 37,1 km kalau digambarkan dalam peta skala 1 : 50.000 akan mempunyai jarak: 37,1 km = 3.710.000 cm. Sehingga dipeta: 3.710.000 : 50.000 akan mempunyai jarak: 37,1 km = 3.710.000 : 50.000 = 74,2 cm.
Akibatnya 1 LBD peta 20′ x 20′ skala 1:50.000 di sepanjang khatulistiwa berukuran 74,2 x 74,2 cm. Hal ini tidak praktis dalam pemakaiannya.
ü  Lembar Peta
Dikarenakan LBD tidak praktis pemakaiannya, karena terlalu lebar. Maka tiap LBD dibagi menjadi 4 bagian dengan ukuran masing-masing 10′ x 10′ atau 37,1 x 37,1 cm. Tiap-tiap bagian itu disebut lembar peta atau sheet, dan diberi huruf A, B, C, D. Jika skala peta tersebut 1:50.000, maka peta itu mempunyai ukuran 50.000 x 37,1 = 1.855.000cm = 18,5km.
ü  Penomoran Lembar Peta
Meridian (garis bujur) yang melalui Jakarta adalah 106° 48′ 27,79″ BT dipakai sebagai meridian pokok untuk penomoran peta topografi di Indonesia. Jakarta sebagai garis bujur 0.


klik dan join LikePage kami di Facebook (EDUKASI BLOG). Silahkan diklik di tulisan merah disamping.


 Nah, itulah tadi pembahasan mengenai KETERAMPILAN DASAR PETA DAN PEMETAAN, jangan sungkan untuk mengkritik, saran maupun berkomentar di blog ini. EDUKASI BLOG selalu menerima masukan dari kawan-kawan sekalian, dan jangan lupa yah, klik dan join LikePage kami di Facebook (EDUKASI BLOG). Silahkan diklik di tulisan merah disamping.

Komponen Peta

EDUKASI BLOG - Komponen Peta. Peta terdiri atas dua bagian utama, yaitu muka peta dan informasi tepi peta. Bagian muka peta adalah wilayah yang digambar pada peta. Pada bagian ini informasi yang ditampilkan digambar dalam bentuk simbol. Adapun informasi tepi peta adlah informasi atau keterangan dari suatu peta. Informasi tepi peta terdiri dari judul peta, skala peta, orientasi peta, legenda, garis tepi peta, letak koordinat, sumber peta, dan inset peta.

1. Judul Peta

Setiap peta harus memiliki judul karena memuat isi dari peta tersebut. Judul pada peta umum dan peta tematik berbeda. Pada peta umum, judul hanya menunjukkan wilayah daerah yang terdapat pada peta tersebut. Misalnya, peta Propinsi Jawa Timur, Kota Medan, dan Peta Pulau Sulawesi. Adapun pada peta tematik, selain harusmenyebutkan daerahnya harus pula menyebutkan tema yang ada pada peta tersebut, bahkan harus menyebutkan data waktu (tahun, bulan, atau minggu). Misalnya, Peta penggunaan lahan propinsi Gorontalo 2008, Peta Jenis Tanah Kabupaten Agam 2007, dan Peta Kepadatan Penduduk Kota Semarang Tahun 2006.

2. Skala Peta 

Skala peta adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara jarak datar pada peta dan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala peta dibedakan atas skala angka, skala garis, dan skala verbal.

a. Skala Angka adalah skala peta yang dinyatakan dalam bentuk angka. Skala angka sering pula dinamakan skala numerik atau skala pecahan. Contohnya, skala suatu peta adalah 1:50.000, artinya 1 cm di peta sama dengan 50.000 cm atau atau 0,5 km di lapangan (dipermukaan bumi).
b. Skala Garis adalah jenis peta yang dinyatakan dalam bentuk garis. Garis tersebut terbagi dlaam beberapa bagian dengan ukuran sama besar. Skala garis sering pula dinamakan skala grafis.
(Contoh Skala Grafis)

c. Skala Verbal adalah skala peta dalam bentuk kalimat. Contohnya, 1 inci ke 1 mil, artinya 1 inci berbanding 1 mil.

3. Tanda Orientasi

Tanda orientasi atau arah mata angin biasanya berupa tanda panah yang menunjukkan arah utara. Akan tetapi, hal ini tidak mutlak karena ada beberapa peta yang orientasinya bukan ke arah utara, tetapi ke arah barat atau selatan.

(Contoh Tanda Orientasi, Atau Arah Mata Angin)

4. Simbol dan Warna Peta 

Menurut bentuknya, simbol dibedakan atas simbol titik, simbol garis, dan simbol wilayah.
a. Simbol Titik dipergunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional, seperti kota, gedung, pelabuhan, sekolah, candi, stasiun, dan lapangan terbang.

b. Simbol garis digunakan untuk menyajikan unsur-unsur yang memanjang, seperti jalan raya, jalan kereta api, sungai, garis pantai, dan batas administrasi.

c. Simbol wilayah digunakan untuk menggambarkan unsur-unsur yang memiliki luas, seperti hutan, sawah, rawa, dan tegalan.

5. Legenda 

Legenda adalah keterangan tentang simbol-simbol yang terdapat dalam peta. Pada umumnya, legenda diletakkan disudut kiri atau kanan bawah peta. keberadaan legenda sangat pentingkarena merupakan kunci untuk memahami simbol-simbol yang ada pada peta. 
(Contoh Legenda Pada Peta)

6. Garis Astronomis 

Garis astronomis adalah garis yang menunjukkan koordinat garis lintang dan garis bujur. Garis Lintang (garis paralel) adalah garis-garis khayal yang melintang di atas permukaan bumi dari arah barat ke timur sejajar dengan garis khatulistiwa (lintang 0 derajat). Garis Bujur (garis meridian) adalah garis-garis khayal vertikal dari arah utara ke selatan yang membagi bola bumi menjadi belahan barat dan belahan timur. 

7. Peta Inset 

Peta Inset adalah peta berukuran kecil yang disispkan pada peta utama. Pada umumnya, peta inset diletakkan di bagian sisi kiri, sisi kanan, atau di bawah peta dalam garis tepi. Peta inset berukuran lebih kecil dibandingkan dengan peta utama yang bertujuan untuk memperjelas peta utama atau peta inti.

8. Lembaga Pembuat Peta 

Lembaga pembuat peta perlu dicantumkan untuk mengetahui siapa atau lembaga apa yang membuat peta sehingga sumber peta menjadi jelas. 

9. Tahun Pembuatan Peta 

Tahun pembuatan peta sangat dibutuhkan terutama bagi peta yang menyajikan data yang cepat berubah, seperti jumlah dan persebaran penduduk, pola penggunaan lahan, dan produksi pertanian. Pada umumnya, tahun pembuatan peta ditulis di bawah kanan peta.

Klasifikasi Peta

Edukasi Blog - Klasifikasi Peta. Pada Pembahasan sebelumnya yaitu Prinsip-prinsip dasar Peta dan Pemetaan. Kita telah membahasa mengenai Proyeksi-proyeksi peta, contohnya yaitu proyeksi Azimutal, proyeksi Kerucut, dan proyeksi Silinder. Sekilas pembahasan, Peta merupakan suatu gambaran unsur-unsur ketampakan permukaan abstrak dari permukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil menggunakan skala tertentu. Ilmu yang secara khusus mempelajari tehnik pembuatan peta disebut kartografi. Adapun ilmu yang secara khusus mempelajari teknik pembuatan peta disebut kartografer. Kembali ke pokok pembahasan, peta dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, yaitu sebagai berikut.

  • Berdasarkan skala, peta dibedakan atas peta kadaster, peta skala besar, peta skala sedang, peta skala kecil, dan peta skala geografi.
  1. Peta Kadasfer : Yaitu peta yang memiliki skala sangat besar antara 1:100 sampai 1:5.000. Peta ini pada umumnya menggambarkan peta-peta tanah atau peta dalam sertifikat tanah.
  2. Peta skala besar : yaitu peta yang memiliki skala antara 1:5.000 sampai dengan 1:250.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit, seperti wilayah kelurahan, kecamatan, atau kabupaten.
  3. Peta Skala Sedang : yaitu peta yang memiliki skala antara 1:250.000 sampai dengan 1:500.000. Peta ini biasanya menggambarkan wilayah yang agak luas, seperti provinsi.
  4. Peta Skala Kecil : Yaitu peta yang memiliki skala antara 1:500.000 sampai dengan 1:1.000.000. Misalnya, peta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  5. Peta Skala Geografis : Yaitu peta yang memiliki skala lebih dari 1:1.000.000. Peta ini biasanya menggambarkan kelompok antar negara, benua, atau kawasan. Misalnya, Peta kawasan Asia Tenggara dan Peta Benua Eropa.
Peta berskala besar menggambarkan detail suatu daerah sempit, seperti relief, pola aliran sungai, jenis vegetasi, pola permukiman, jalan, dan keadaan geologi. Adapun peta-peta yang lebih kecil skalanya menggambarkan daerah-daerah yang luas, seperti daerah bahaya banjir, daerah rawan erosi, penggunaan lahan, penyebaran penduduk, dan iklim.
  • Berdasarkan data yang ditampilkan, Peta dibedakan atas peta umum dan peta khusus.
  1. Peta umum, (Peta Ikhtisar), yaitu peta yang menggambarkan seluruh ketampakan yang ada di permukaan bumi, baik keadaan alam maupun budaya, seperti jalan, pemukiman, dan sungai. Peta umum dibedakan atas peta dunia, peta korografi, dan peta topografi.
    1. Peta Dunia, yaitu peta yang memberikan informasi tentang bentuk dan letak wilayah setiap negara di dunia.
    2. Peta Korografi, yaitu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bercorak umum dan berskala kecil.
    3. Peta Topografi, yaitu peta yang memberikan gambaran tentang permukaan bumi secara vertikal sehingga dapat diketahui reliefnya. Pada peta topografi terdapat garis kontur, yaitu garis yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang memiliki ketinggian yang sama.
  2. Peta Khusus, (Peta Tematik), yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi berdasarkan tema-tema tertentu. Contohnya peta geologi, peta geomorfologi, peta persebaran bahan tambang, peta penggunaan lahan, dan peta jenis tanah. 
  3. Menurut ICA (International Cantographic Association), peta dibedakan atas peta topografi, peta jalan, dan peta khusus. 
-- Peta Topografi, yaitu peta yang menggambarkan bentuk permukaan bumi secara vertikal. Berdasarkan skalanya, peta topografi dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu :
  1. skala besar, yaitu kurang dari 1:25.000;
  2. skala menengah, yaitu antara 1:25.000 - 1:250.000;
  3. skala kecil, yaitu antara 1:250.000 - 1:2.500.000;
  4. skala sangat kecil, yaitu lebih dari 1:2.500.000.
--Peta Jalan (Chart), yaitu peta yang digunakan dalam perjalanan, baik darat, laut, maupun udara. Tampilan peta ini menarik karena berfungsi sebagai penunjuk jalan. Peta jalan skalanya bervariasi, antara 1:200.000-1:1.000.000.
--Peta Khusus, yaitu peta yang menggambarkan data yang memiliki tema-tema khusus.

Gambar Peta Topografi
peta topografi

Prinsip-prinsip Dasar Peta dan Pemetaan


Edukasi Blog - Peta dan Pemetaan. Pernahkah anda pergi ke suatu tempat yang belum anda ketahui sebelumnya ? Apa yang terbayang dalam benak anda ? Mungkin anda takut tersesat karena belum mengenal medan perjalanannya. Kondisi ini akan dirasakan pula oleh para pecinta alam yang sering melakukan ekspedisi (perjalanan) ke tempat-tempat lain. Mereka memerlukan alat yang dapat membantu menentukan tempat yang hendak dituju, yaitu peta. Menurut International Cartographic Association (ICA), Peta adalah suatu gambaran unsur-unsur ketampakan abstrak dari permukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Melalui peta, seseorang dapat mengamati ketampakan permukaan bumi lebih luas dari batas pandangan manusia. Ilmu yang secara khusus mempelajari teknik pembuatan peta disebut kartogragi . Adapun orang yang ahli dalam membuat peta disebut kartografer. 

Orang telah membuat dan menggunakan peta sejak lama. Peta telah ada dan digunakan manusia sejak manusia melakukan penjelajahan dan penelitian ke berbagai wilayah di muka bumi. Perjalanan tersebut menghasilkan gambaran sebuah wilayah walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana, yaitu dalam bentuk sketsa. Peta tertua yang pernah ditemukan dibuat 4.000 tahun yang lalu di Balbion kuno. Bahkan sebelum itu, manusia yang hidup di zaman prasejarah mungkin pernah membuat peta untuk menunjukkan tempat mencari makanan dan air.

Kemudian, para penjelajah memerlukan peta agar mereka tidak tersesat ketika melakukan perjalanan jauh. Para pedagang memrlukan peta untuk mengetahui dimana mereka dapat menjual barang-barang mereka. Adapun raja dan serdadu menggunakan peta untuk memerintah kerajaan dan untuk merencanakan perang.
(Contoh Peta, Peta pertama yang di buat oleh Claudius Ptolomaeus)

Proyeksi Peta 
Salah satu masalah bagi para pembuat peta adalah bagaimana membuat peta datar yang akurat dari objek bundar seperti bumi. Salah satu solusinya adalah dengan proyeksi peta. Proyeksi Peta adalah teknik penggambaran dari bentuk bumi yang bundar ke bidang datar. Permasalahan utama dalam proyeksi peta adlah penyajian bidang lengkung permukaan bumi ke bidang datar. Bidang lengkung tidak dapat dibentangkan menjadi bidang datar tanpa mengalami perubahan (distorsi). 
Ditinjau dari bidang proyeksi yang digunakan, proyeksi peta dapat diklasifikasikan menjadi proyek azimutal, proyeksi kerucut, dan proyeksi silinder.

 Gambar proyeksi azimutal, kerucut dan silinder
  • Proyeksi Azimutal 
Proyeksi Azimutal adalah jenis proyeksi yang menggunakan bidang datar atau sehelai kertas sebagai bidang proyeksinya. Bidang datar tersebut menyinggung bagian bola bumi. Titik singgung antara permukaan bumi dan bidang datar dapat terletak pada kutub, ekuator, atau antara kutub dan ekuator. Misalnya, kita akan memproyeksikan garis-garis lintang dan bujur. Jika titik singgung antara bidang datar dan permukaan bola bumi terletak di kutub utara, setelah diproyeksikan garis lintang tampak sebagai lingkaran konsentris yang mengelilingi kutub. Adapun garis bujur tampak sebagai garis lurus yang berpusat di kutub dengan sudut yang sama.

  • Proyeksi Kerucut 
Proyeksi kerucut adalah jenis proyeksi yang menggunakan kerucut sebagai bidang proyeksinya yang menyinggung sepanjang satu lingkaran, kemudian dibuka. Bola bumi seolah-olah seperti disimpan dalam sebuah bidang yang berbentuk kerucut. Proyeksi ini paling tepat digunakan untuk menggambar daerah-daerah di lintang 45 derajat.
  • Proyeksi Silinder 
Proyeksi silinder adalah jenis proyeksi yang menggunakan bidang silinder sebagai bidang proyeksinya. Bola bumi seolah-olah diselimuti oleh sebuah tabung. Posisinya dapat sejajar dengan sumbu bumi,miring, atau tegak lurus terhadap sumbu bumi. Proyeksi silinder cocok digunakan untuk menggambar daerah-daerah di sekitar khatulistiwa.

Peta yang baik akan mencantumkan keterangan tentang jenis proyeksi yang digunakan. Hal ini penting untuk memberi pemahaman kepada pengguna peta jika akan melacak kesalahan yang tidak dapat dihindari pada saat pembuatan peta.

Syarat-syarat Peta 
Setiap orang dapat membuat peta. Akan tetapi, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah peta. Syarat-syarat tersebut, yaitu sebagai berikut :
  1. Peta harus sama bentuk (conform) , yaitu peta yang tergambar meskipun kecil harus sebangun dengan keadaan sebenarnya.
  2. Peta harus sama jarak (equidistant), yaitu perbandingan jarak pada peta harus sama dengan jarak sebenarnya.
  3. Peta harus sama luas (equivalent), yaitu perbandingan luas daerah pada peta harus sama dengan luas sebenarnya di permukaan bumi.
Fungsi Peta 
Saat ini peta telah digunakan di berbagai bidang kehidupan sesuai dengan fungsinya. Anda juga dapat menggunakan peta, seperti untuk mencari lokasi baru yang belum pernah dikunjungi. Itulah salah satu fungsi pada peta. Adapun fungsi peta yang lain menurut Edukasi Blog adalah sebagai berikut :
  1. menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
  2. memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi.
  3. Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung, sungai, dan bentuk-bentuk lainnya.
  4. membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
  5. menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
Saya rasa, demikian lah postingan saya untuk hari ini, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, jika ada komentar, kritik dan saran, silahkan saja berkomentar pada kotak komentar di bawah postingan ini, tetapi sebelumnya, like nya dulu yahh (y). Billahi taufiq wal hidayah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. #Edukasi Blog

Persebaran Flora dan Fauna di Muka Bumi

 Jamur Beracun

  1. Persebaran Tumbuhan (Flora)

    1. Media penyebaran tumbuhan 
 Tumbuhan (Flora) berperan penting sebagai produsen. Tanaman memiliki keragaman jenis, adanya keragaman jenis pada tumbuhan tidak terlepas dari proses penyebaran tumbuhan. Penyebaran tumbuhan dapat terjadi melalui media perantara angin, air, es, es, hewan, dan manusia. 

1.) Penyebaran Tumbuhan Melalui Angin 

Angin dapat membawa daun-daun, batang atau ranting pohon. Pada ranting tersebut banyak terbawa parasit dan saprofit. Selain ranting, angin juga dapat membawa biji dan buah. Faktor yang lebih berpengaruh lagi, yaitu pusaran angin. Pusaran angin akan membawa biji, buah, atau spora cendawan dan bakteri ke arah yang lebih jauh lagi sampai berjarak ratusan mil. 
Spora dapat terangkut ratusan mil karena spora ukurannya sangat kecil sehingga mudah terangkut angin, misalnya spora jamur. Spora memiliki ketahanan terhadap suhu rendah dan kekeringan. Adapun biji-biji tumbuhan pemanjat yang dapat terangkut angin, misalnya biji pinus, biji kapas, rumput lari-lari yang terbawa angin mengandung biji-biji, biasanya terdapat di daerah gurun (daerah yang menerima curah hujan sedikit).

2.) Penyebaran Tumbuhan Melalui Air

Biji-bijian dapat menyebar melalui air, biji mengapung di di dalam air sampai berkecambah. Biji-bijian yang kuat itu tahan terhadap air sehingga tidak mudah busuk. Penyebaran dengan arus laut dapat mencapai 1.000 mil. Misalnya, tumbuhan mangrove (rhizopora dan avicennia) di daerah tropis, rumput laut, kelapa, dan biji ketapang. Contohnya seperti banjir yang membawa sebuah tanaman sehingga tumbuh di tempat lainnya.

3.) Penyebaran Tumbuhan Melalui Es

Penyebaran ini terjadi jika biji atau tumbuhan yang terperangkap dalam es terbawa ratuan mil dan mencair di daerah lain. Misalnya, ganggang setelah mencair akan tumbuh di pantai lain, Peristiwa ini banyak terdapat di daerah kutub, , atau es yang menyebar dari pegununganke laut seperti di Amerika Serikat. 

4.) Penyebaran Tumbuhan Melalui Hewan

Penyebaran ini sangat efektif karena hewan sangat bergantung pada tumbuhan, seperti penyebaran biji yang diangkut oleh hewan pada saat memakan buah-buahan tersebut. Misalnya, Kelelawar, burung dan musang. Musang dengan kotorannya dapat menjadikan pohon enau yang buahnya digunakan untuk kolang kaling. Kelelawar pun dapat menyebarkan bibit dari pohon Jambu Biji. 
Penyebaran tumbuhan melalui hewan ini terdiri atas dua jenis, yaitu sebagai berikut :
  1. Eksternal, yaitu dengan cara menempel pada bulu atau tubuh hewan yang disebut pengangkutan ektozoik. Kelinci dan tikus membawa ranting kecil yang menempel pada bulu kulitnya.
  2. Internal, yaitu dengan cara memakan biji yang disebut endozoik, seperti burung dengan cara mematuk biji-bijian. Kera pun dapat memakan biji-bijian, kemudian dengan bulunya (ektozoik) penyebaran akan lebih efektif. Serangga pun dapat menyebarkan spora jamur, seperti belalang, lalat dan semut. 
5.) Penyebaran Tumbuhan Melalui Manusia

Penyebaran ini termaasuk kategori yang paling efektif, dikarenakan dapat memindahkan tumbuhan dengan sangat cepat dan dalam jarak yang sangat jauh dan dapat melewati lautan. Misalnya tanaman eceng gondok yang dibawa ke Indonesia berasal dari tanaman hias, kemudian menjadi gulma. Tanaman anggrek berasal dari hutan, kemudian dipelihara di pekarangan rumah menjadi tanaman hias.

b. Faktor Penyebab Tumbuhan

Keberadaan tumbuhan di permukaan bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor klimatik (iklim), fisiografi, edafik (tanah), dan biotik.

      A. Faktor Iklim

Faktor Iklim meliputi cahaya matahari , suhu, curah hujan , angin dan kelembapan.
iklim dapat dijadikan patokan dasar dalam menemukan perbedaan jenis vegeatsi, termasuk iklim mikro seperti iklim dibawah batu yang yang melindungi tumbuhan dari panasnya matahari atau di bawah vegetasi yang sangat rapat.
a.) Cahaya Matahari digunakan tumbuhan untuk proses fotosintesis, semakin sedikit cahaya matahari, semakin sedikit kemungkinan untuk bertahan hidup.
b.) Suhu bergantung pada letak lintang dan ketinggian tempat. Ada tumbuhan  yang cocok di habitat panas (megaterm) , habitat sedang ( mesoterm) dan habitat yang dingin (mikroterm).
c.) Curah Hujan merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan. Hujan mempengaruhi ketersediaan air bagi tanaman.
d.) Angin berpengaruh pada tanah misalnya mengeringkan atau melembapkam kadar tanah di muka bumi.
e.) Kelembapan sangat terkait dengan kelembapan tumbuhan yang berpengaruh pada transpirasi tumbuhan.

      B. Faktor Fisiografi

Bentuk permukaan bumi yang beragam seperti pegunungan dapat menghambat penyebaran tumbuhan. Selain ketinggian, juga kemiringan lereng.

     C. Faktor Tanah (Edafik)

Jenis tanah yang berbeda akan memengaruhi jenis jenis tumbuhan yang akan hidup pada permukaan lahan. Selain itu, faktor tanah seperti struktur, komposisi kimia, kelembapan tanah juga memengaruhi jenis tumbuhan.

     D. Faktor Makhluk Hidup

Tumbuhan yang memiliki daya adaptasi kuat akan menghambat yang lemah sehingga mendominasi pada suatu wilayah tertentu. Organisme, misalnya cacing dapat menyuburkan tanah sehingga mempengaruhi jenis tanaman pada permukaan bumi. Selain itu, manusia pun terkadang berperilaku tidak baik dalam menjaga kelestarian alam, manusia dapat merusak tanaman yang terdapat di hutan dengan cara Illegal Logging atau penebangan Liar.

Sekiranya sampai disini dulu untuk artikel ini, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Demikian lah , wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Baca juga artikel Geografi sebelumnya . Pengertian Biosfer
Pengertian Biosfer

Pengertian Biosfer

 Gambar Jerapah
Gambar dikutip dari : google.com

Pengertian Biosfer. Biosfer merupakan salah satu kajian dalam ruang lingkup geografi. Makhluk hidup di muka bumi, meliputi manusia, hewan (fauna), dan tumbuhan (flora) memerlukan ruang atau tempat yang sesuai bagi kelangsungan hidupnya. 
Biosfer adalah lapisan yang ada di permukaan bumi tempat mahluk hidup tinggal. Biosfer merupakan lapisan kehidupan (bio : makhluk hidup, sphera : lapisan). Lapisan biosfer merupakan penggabungan dari lapisan litosfer (tanah), hidrosfer (air) , dan atmosfer (udara) sebagai tempat yang memungkinkan mahluk hidup untuk tinggal. Misalnya, tanah digunakan mahkluk hidup untuk tinggal, air digunakan untuk minum dan tempat tinggal bagi hewan-hewan air, dan udara digunakan makhluk hidup untuk bernafas. Dalam lingkup biosfer terdapat mahkluk hidup. Ilmu yang mempelajari persebaran hewan hewan dan tumbuhan di permukaan bumi disebut biogeografi.

Biogeografi terbagi atas dua bagian, yaitu zoogeografi dan fitogeografi. Zoogeografi adalah cabang ilmu biogeografi yang mempelajari hal ikhwal penyebaran hewan di muka bumi. Fitogeografi adalah cabang ilmu biogeografi yang mempelajari studi dan deskripsi perbedaan fenomena distribusi vegetasi. Persebaran hewan dibatasi oleh daerah tertentu saja karena adanya penghalang (Barrier), meliputi topografi dan iklim. Topografi yang terjal, curam, dan daerah pegunungan merupakan batas penyebaran mahkluk hidup. Selain itu, iklim meliputi suhu dan curah hujan pun turut berpengaruh terhadap pola persebaran mahkluk hidup di muka bumi. 

Penyebaran mahkluk hidup dapat terjadi melalui tiga cara, yaitu penyebaran gang (koridor), filter, dan untung-untungan. Berikut ini penjelasan proses penyebaran mahluk hidup di alam : 
  1. Penyebaran melalui gang (koridor) :  penyebaran melalui bermacam-macam habitat. Hal ini bertujuan agar komposisi jenis biota pada satu ujung hampir sama dengan komposisi pada ujung yang lain. 
  2. Penyebaran melalui Filter : Penyebaran melalui gang dengan kisaran habitat yang terbatas, sehingga hanya sebagian biota yang dapat menyebar. Misalnya, sungai yang besar dan lebar merupakan penghalang (Barrier) bagi hewan yang tidak mampu berenang. 
  3. Penyebaran untung-untungan : terjadi apabila penyebarannya bergantung pada keadaan yang terjadi secara kebetulan. Misalnya, penyebaran buah kelapa atau ketapang yang terbawa arus laut sehingga terdapat di tempat lain. 
Pada kajian tentang Biosfer (flora dan fauna) terdapat dua istilah yang sering diungkapkan, yaitu bioma serta ekosistem. Bioma adalah satuan unti organisme yang terdiri atas kumpulan hewan, tumbuhan atau komunitas yang memiliki persamaan bentuk dan kondisi lingkungan. Secara umum ekosistem dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri atas tumbuhan (flora), hewan (fauna), dan lingkungan fisik yang saling memengaruhi satu sama lainnya. Ekosistem terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut :
  1. Komponen biotik, meliputi : 
    1. tumbuhan sebagai kelompok produsen
    2. hewan sebagai kelompok produsen
      1. herbivora (pemakan tumbuhan);
      2. karnivora ( pemakan daging);
      3. omnivora ( pemakan tumbuhan dan daging);
      4. bakteri dan jamur (pengurai).
  2. Komponen abiotik, meliputi : 
    1. iklim
    2. bahan-bahan organik

Demikian pembahasan yang dapat saya sampaikan untuk saat ini, lebih dan kurangnya mohon di maafkan. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat bagi anda, apalah salahnya untuk share artikel ini melalu Facebook, Twitter dan Google+, atau anda juga bisa memberitahu teman anda tentang blog ini. berilah komentar, saran dan kritikan yang selayaknya. Terima kasih atas kunjungan nya.
Postingan selanjutnya, insya Allah : Persebaran Flora dan Fauna di Muka Bumi