Edukasi Blog

Carilah apa yang ingin kalian cari, gapailah apa yang ingin kalian gapai. #EdukasiBlog

Tampilkan postingan dengan label Sosiologi SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi SMA. Tampilkan semua postingan

Stratifikasi Sosial

Edukasi BlogStratifikasi Sosial. Di pembahasan yang lalu, kita membahas tentang Diferensiasi Sosial, gambaran sedikit tentang diferensiasi sosial, Diferensiasi Sosial yaitu suatu proses perolehan hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat yang berbeda satu sama lain atas dasar-dasar tertentu, seperti ras, etnis, agama, gender, dan suku bangsa, yang tidak menunjukkan adanya tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah. Kembali ke pembahasan utama yaitu Stratifikasi Sosial , setiap anggota masyarakat memiliki kedudukan atau tertentu, misalnya guru, pemimpin perusahaan, pegawai negeri dan tokoh masyarakat.Setiap kedudukan tersebut tentu saja dibebani dengan hak dan kewajiban. Hal tersebut mengakibatkan adanya perbedaan sosial berupa perbedaan tingkatan sosial. Dengan kata lain, perbedaan kedudukan menimbulkan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial. Ditambahkan pula oleh Soerjono Soekanto bahwa dasar dari terjadinya pelapisan dalam masyarakat adalah tidak adanya keseimbangan pembagian antara hak dan kewajiban, serta antara kewajiban dan tanggung jawab sosial sehingga berpengaruh terhadap anggota masyarakat.

Beberapa pengertian stratifikasi menurut para ahli, antara lain sebagai berikut.

  1. Menurut Robert M.Z Lawang, stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi kekuasaan, privilege, dan prestise.
  2. Menurut Horton dan Hunt, stratifikasi sosial berarti sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.
  3. Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.
  4. Menurut Bruce J. Cohen, stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.
  5. Menurut Astrid S. Susanto, stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antarmanusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal maupun horizontal dalam masyarakatnya.
bentuk-bentuk stratifikasi dapat dilihat dari beberapa segi , antara lain dari proses, sifat, dan dasar-dasar pelapisan sosial.

Stratifikasi Dilihat dari Segi Proses 

Ada dua bentuk stratifikasi dari segi proses, yaitu sebagai berikut.
  1. Stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya. Alasan terjadinya stratifikasi sosial adalah kepandaian, tingkat umur, jenis kelamin, keturunan, sifat keaslian keanggotaan kerabat seorang kepala, dan harta.
  2. Stratifikasi yang terjadi dengan sengaja untuk tujuan bersama. Biasanya dilakukan dalam pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam lembaga atau organisasi formal seperti pemerintahan, perusahaan, partai politik, angkatan bersenjata, atau perkumpulan.

Stratifikasi Dilihat dari Segi Sifat 

Bentuk stratifikasi sosial dilihat dari segi sifat, yaitu sebagai berikut.
  1. Stratifiaksi sosial terbuka : dalam sistem stratifikasi sosial yang terbuka, setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk berusaha naik ke lapisan yang lebih tinggi, atau jika kurang beruntung dapat jatuh, ke lapisan yang lebih rendah. Kelebihan dari sistem ini adalah adanya rangsangan bagi setiap orang untuk mengejar kemajuan. Semakin maju seseorang, tingkat stratifikasinya pun akan naik. Akan tetapi, kelemahannya adalah adanya kemungkinan perasaan was-was karena khawatir tergeser kedudukannya ke lapisan bawah.
  2. Stratifikasi sosial tertutup : stratifikasi sosial bersifat tertutup membatasi kemungkinan berpindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain, baik yang bergerak ke atas maupun ke bawah. Satu -satunyajalan untuk masuk menjadi anggotanya dengan kelahiran. Sistem yang tertutup dapat dilihat pada masyarakat India yang menggunakan sistem Kasta, atau dalam masyarakat feodal, dalam masyarakat tempat pelapisan sosialnya bergantung pada perbedaan rasial. Contoh sistem kasta salah satunya terjadi di india, yaitu memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
    1. Keanggotannya berdasarkan kelahiran. Anak yang lahir memiliki kedudukan yang sama dengan orangtuanya.
    2. Kenggotaannya berlaku seumur hidup, kecuali jika ia dikeluarkan dari kasta nya.
    3. Perkawinan bersifat endogami, artinya harus dipilih dari orang yang sekasta.
    4. Hubungan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya bersifat terbatas.
    5. Adanya kesadaran pada keanggotaan suatu kasta, misalnya nama kasta dan identifikasi anggota pada kastanya.
    6. Terikat pada kedudukan-kedudukan
    7. Prestise suatu kasta benar-benar diperhatikan.

Stratifikasi Dilihat dari Segi Dasar-Dasar Pelapisan Sosial 

Adapun menurut Soerjono Soekantom ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menciptakan golongan pada anggota masyarakat kelapisan-lapisan, yaitu sebagai berikut.
  • Kekayaan 
Orang yang memiliki kekayaan paling banyak atau berpenghasilan tinggi termasuk lapisan paling atas. Kekayaan tersebut dapat dilihat misalnya pada bentuk rumah yang bersangkutan mobil pribadinya, dan pakaiannya.
  • Kekuasaan 
Orang Yang memiliki kekuasaan atau yang memiliki wewenang berpeluang besar menempati lapisan teratas.
  • Kehormatan 
Orang yang disegani dan dihormati menempati tempat teratas dan ukuran seperti ini banyak dijumpai pada masyarakat tradisional. Biasanya mereka adalah golongan tua atau mereka yang pernah berjasa besar kepada masyarakat.
  • Ilmu Pengetahuan 
Orang yang berpendidikan tinggi merupakan golongan yang lebih tinggi daripada orang yang berpendidikan rendah. Akan tetapi, ukuran ini terkadang membawa pengaruh yang negatif karena seringkali bukan mutu ilmu pengetahuannya yang dijadikan ukuran, tetapi gelarnya sehingga dapat mengakibatkan segala macam usaha dilakukan untuk mendapatkan gelar tersebut walaupun tidak dengan cara halal.

Menurut Mac Iver, dasar pelapisan masyarakat berdasarkan sistem pelapisan kekuasaan atau piramida kekuasaan terbagi dalam tiga pola umum, yaitu tipe kasta, tipe oligarki, dan tipe demokratis.
  1. Tipe kasta merupakan sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemerintahan yang tegas dan kaku. Masyarakat dengan tipe kasta, misalnya masyarakat Hindu Indiayang hampir-hampir tidak pernah terjadi gerak sosial yang vertikal.
  2. Tipe Oligarki merupakan sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisahan yang tegas. Pembedaan lapisan pada masyarakat tipe oligarki ini ditentukan oleh kebudayaan masyarakat tersebut , terutama pada kesempatan yang diberikan kepada seluruh warga untuk memperoleh kekuasaan tertentu.
  3. Tipe demokratis merupakan sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisah antarlapisan yang bersifat sangat dinamis. Ascribed Status tidak memegang peranan penting karena faktor kemampuan dan keberuntungan seseorang lebih dominan pada sistem lapisan ini. Hal ini bisa dialami oleh anggota-anggota partai politik pada masyarakat demokratis yang dapat mencapai kedudukan tertentu dalam masyarakat melalui partainya.  

Diferensiasi Sosial


Edukasi Blog - Diferensiasi Sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda mengetahui adanya pembedaan, misalnya ada laki-laki dan ada perempuan.Selain itu, di dalam masyarakat juga ada pembedaan orang berdasarkan jenis pekerjaan, suku bangsa, atau ras tertentu. Misalnya, suku Jawa, Suku Batak, suku Banjar, ras Negro, dan ras Melanisian. Perbedaan tersebut tidak memperlihatkan bahwa laki-laki lebih tinggi dari perempuan, atau suku Jawa lebih tinggi dari suku Batak. Diferensiasi dapat berkembang menjadi stratifikasi apabila perbedaan hak dan kewajiban tersebut digunakan sebagai ukuran untuk memperoleh hal-hak yang istimewa dalam hal kekayaan, kekuasaan, serta martabat (prestise). Akan tetapi, bukan berarti bahwa semua diferensiasi akan mengarah kepada stratifikasi sosial, karena di dalam masyarakat terdapat kekuatan-kekuatan yang mendorong penghapusan perbedaan-perbedaan atau diskriminasi di antara sesama manusia.

Diferensiasi sosial sebagai perwujudan pembagian secara horizontal, dapat dibagi berdasarkan ras, etnis, agama, gender, dan suku bangsa.

Diferensiasi berdasarkan ras
Manusia sebagai salah satu makhluk yang tinggal dimuka bumi ini terbagi-bagi kedalam kelompok masyarakat yang tidak terhitung jumlahnya. Setiap kelompok juga mengembangkan suatu kebudayaan, mengembangkan pandangan tentang in-group dan out-group, dan mengembangkan perbedaan berdasarkan perbedaan-perbedaan fisik yang turun temurun yaitu ras.Oleh karena itu, ras adalah kategori individu yang secara turun temurun terdapat ciri-ciri fisik dan biologis tertentu yang khas. Beberapa pengertian ras menurut para ahli adalah sebagai berikut.
  1. Bruce J. Cohen : Ras adalah kategori individu yang secara turun temurun memiliki ciri-ciri fisik dan biologis tertentu yang sama.
  2. Horton dan Hunt : Ras adalah suatu kelompok manusia yang agak berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya dalm segi ciri-ciri fisik bawaan. Di samping itu, banyak juga ditentukan oleh pengertian yang digunakan oleh masyarakat.
  3. Alex Thio : Ras adalah sekelompok orang yang dianggap oleh masyarakat memiliki ciri-ciri biologis yang berbeda.
  4. Stephen K. Sanderson : Ras adalah suatu kelompok atau kategori orang-orang yang mengidentifikasikan diri mereka sendiri, dan diidentifikasikan oleh orang-orang lain, sebagai perbedaan sosial yang dilandasi oleh ciri-ciri fisik atau biologis.
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa ras adalah kategori individu yang secara turun temurun memiliki ciri-ciri fisik, dan biologis tertentu. Persamaan umum dalam ras yaitu, ras merupakan suatu pengertian biologi, bukan pengertian sosiokultural. 

Diferensiasi berdasarkan Etnis
Menurut William Kornblum, kelompok etnis adalah suatu populasi yang memiliki identitas kelompok berdasarkan kebudayaan tertentu dan biasanya memiliki leluhur yang secara pasti atau di anggap pasti sama.

Menurut Alex Thio, kelompok etnis adalah sekelompok orang yang saling berbagi warisan kebudayaan tertentu. Dengan kata lain, etnis berbeda dengan ras karena kelompok etnis digunakan untuk mengacu kepada suatu kelompok atau kategori sosial yang perbedaannya terletak pada kriteria kebudayaan, bukan biologis.

Sementara itu, menurut Horton dan Hunt, istilah kelompok etnis disebutkan bagi setiap bentuk kelompok yang secara sosial dianggap ada dan telah mengembangkan subkulturnya sendiri. Dengan kata lain, suatu kelompok etnis adalah suatu kelompok yang diakui oleh masyarakat dan oleh kelompok etnis itu sendiri sebagai suatu kelompok yang tersendiri.

Diferensiasi Berdasarkan Agama 
Menurut William Kornblum , agama adalah sejumlah jawaban logis tentang dilema keberadaan manusia yang membuat dunia lebih berarti.Adapun dalam pandangan Emile Durkheim agama adalah suatu sistem kepercayaan beserta praktiknya, serta berkenaan dengan hal-hal sakral yang menyatukan pengikutnya dalam suatu komunitas moral. Agama berisi tentang :
  1. sesuatu yang dianggap sakral, melebihi kehidupan duniawi, dan menimbulkan rasa kekaguman dan penghormatan;
  2. sekumpulan kepercayaan tentang hal yang dianggap sakral;
  3. penegasan kepercayaan dengan melaksanakan ritual, yaitu aktifitas keagamaan;
  4. sekumpulan kepercayaan yang ikut dalam ritual yang sama.
Diferensiasi berdasarkan Jenis Kelamin dan Gender
Pembicaraan tentang perbedaan antara perempuan dan laki-laki akan mencakup tentang perbedaan secara seks dan perbedaan gender. Menurut William Kornblum, perbedaan secara seks adalah perbedaan antara perempuan dan laki-laki secara biologis. Perbedaan tersebut adalah karakteristik seks primer, seperti alat kelamin yang berbeda antara laki-laki dan perempuan dan karakteristik seks sekunder yang akan muncul kemudian seperti bentuk tubuh atau bentuk suara. Adapun perbedaan secara gender adalah cara berperilaku yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan yang sudah ditentukan oleh kebudayaan, yang kemudian menjadi bagian dari kepribadiaannya. 

Diferensiasi berdasarkan Suku Bangsa 
Istilah suku bangsa menurut Koentjaraningrat adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan "kesatuan kebudayaan" dimana kesadaran dan identitas tadi sering (tetapi tidak selalu) dikuatkan oleh kesatuan bahasa. "Kesatuan kebudayaan" tersebut bukan merupakan hal yang ditentukan oleh orang luar, melainkan oleh warga kebudayaan yang bersangkutan. Misalnya orang-orang Jawa memiliki kesadaran sendiri bukan karena penelititan etnografi bahwa diantara mereka ada keseragaman mengenai kebudayaan Jawa yang memiliki kepribadian dan identitas khusus yang berbeda dengan kebudayaan lain.

Diferensiasi berdasarkan Klan
Klan atau clan berarti kaum, suku, atau marga. Klan adalah kelompok kekerabatan dengan cara menarik garis keturunan secara unilateral, baik dari pihak ibu maupun dari pihak ayah. Jika kelompok kekerabatan tersebut menarik garis keturunan dari pihak ayah, disebut keluarga patrilineal, sedangkan, jika menarik garis keturunan dari pihak ibu disebut keluarga matrilineal. 


Demikian yang dapat saya postingkan pada kesempatan kali ini, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Billahi taufiq wal hidayah , Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. 

FAKTOR PEMBENTUK KETIDAKSAMAAN SOSIAL


Di dunia ini, tidak ada hal yang sama persis, walaupun dua orang saudara kembar pasti terdapat perbedaan. Secara teoritis, semua manusia dianggap sederajat, tetapi ternyata hal itu tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam kehidupan manusia, setiap individu memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dengan individu lainnya. Perbedaan itu dapat berbentuk perbedaan ras. Misalnya, Ibu Sri dan Ibu Magdalena berbeda suku. Ibu Sri berasal dari jawa tengah, dan Ibu Magdalena berasal dari Sumatera Utara, misalnya keduanya diklasifikasikan dalam masyarakat, ternyata berada dalam kelas sosial menengah atas. Jadi, meskipun keduanya sama-sama berada dalam kelas sosial menengah, namun berbeda kebudayaan. 

Dalam diferensiasi sosial, faktor pembentuknya dapat berupa pilihan. Misalnya, Nita memilih untuk tetap menjadi warga negara Indonesia, sedangkan Adam lebih memilih untuk mengganti kewarganegaraannya menjadi warga Amerika Serikat. Atau, merupakan hal yang sudah menjadi kodrat alam misalnya dalam hal ras, atau bisa juga merupakan hal yang diluar kemampuannya untuk dirubah. Misalnya, karena semua orang dilingkungannya menganggap bahwa seorang perempuan hanya bertugas mengurus pekerjaan rumah tangga maka Sri tidak memiliki keterampilan lain selain pekerjaan rumah tangga.

Terjadinya proses Stratifikasi Sosial menurut Astrid S. Susanto terjadi karena semakin meluasnya masyarakat, yang mengakibatkan terjadinya pembagian kerja. Jadi, masyarakat modern akan memperlihatkan kecenderungan menuju ke arah stratifikasi yang lebih banyak karena dasar dari stratifikasi adalah pembagian kerja.

Adapun menurut Soerjono Soekanto, hal-hal yang dapat dianggap sebagai pembentuk terjadinya stratifikasi adalah sebagai berikut : 
  1. Sistem sosial berpokok pada sistem pertentangan dalam masyarakat. Sistem demikian hanya mempunya arti yang khusus bagi masyarakat tertentu,
  2. Sistem Stratifikasi dapat dianalisis dalam ruang lingkup unsur-unsur, yaitu sebagai berikut :
    1. Distribusi hak-hak istimewa yang objektif, misalnya penghasilan dan kekayaan.
    2. Sistem bertetangga yang diciptakan warga masyarakat, seperti prestise dan penghargaan.
    3. Kriteria sistem pertentangan, yaitu apakah didapatkan berdasarkan kualitas pribadi, keanggotaan kelompok kekerabatan tertentu, milik, wewenang, atau kekuasaan.
    4. Lambang-lambang kedudukan, seperti tingkah laku hidup, cara berpakaian, perumahan, dan keanggotaan dalam suatu organisasi.
    5. Mudah atau sukarnya bertukar suatu kedudukan.
Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, sekiranya, jika anda merasa artikel ini berguna bagi anda, anda dapat share link blog ini ke social media seperti FB, Twitter dan jejaring sosial lainnya. Billahi taufiq wal hidayah, Assalamualaikum wrahmatullahi wabarokatuh.

Struktur Sosial

Dalam sejarah kerajaan sosial yang ada di Nusantara, pernikahan dalam keyakinan berbeda, pertama kali terjadi tatkala Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya mempersunting Pramowardhani dari Dinasti Sailendra. Dinasti Sanjaya merupakan pemeluk Hindu, sementara Dinasti Sailendra menganut agama Buddha. Spertinya, pernikahan antara dua dinasti yang berbeda agam dalam Kerajaan Mataram Lama itu merupakan pernikahan lintas agama yang pertama kali tercatat dalam sejarah. 

PENGERTIAN STRUKTUR SOSIAL

Setiap hari, anda tentu melihat sebuah rumah, gedung, atau bangunan lainnya. Jika anda melihat rumah, berarti anda melihat sebuah bangunan. Dalam hal ini, berarti anda pun melihat suatu struktur. Jika anda pernah menengar sebuah komentar ketika sebuah rumah ketika sedang dibangun, "Bagaimana dengan struktur bangunannya, apakah sudah kokoh ?" Dengan demikian, sebenarnya istilah struktur adalah istilah yang umum dipakai di masyarakat.

Kata "struktur" dalam sosiologi menurut Karel J. Veeger memang dipinjam dari tatanan bangunan fisik. Struktur selalu merujuk pada unsur-unsur bangunan yang kurang lebih bersifat mantap dan tetap. Jika dilihat dalam satu rumah, dinding rumah termasuk strukturnya, sedangkan perabotan yang mudah dipindahkan, bukan termasuk struktur. Tanpa dinding, semua perabotan tersebut akan mudah rusak, karena dinding akan melindungi dan menaungi semua yang berada di dalamnya.

Suatu struktur merujuk pada pola interaksi tertentu yang kurang lebih mantap dan tetap, yang terdiri atas jaringan relasi-relasi sosial hierarkis dan pembagian kerja tertentu, serta ditopang oleh kaidah-kaidah , peraturan-peraturan, dan nilai-nilai budaya. Dalam kepustakaan sosiologi, kata "struktur" juga dipakai untuk semua unsur sosial budaya yang menyebabkan ciri itu, dan karenanya dinamakan "unsur-unsur struktural". 

Dalam membahas struktur sosial, menurut Ralph Linton, dikenal dua konsep penting; status (status) dan peran (role). Status artinya, kumpulan hak dan kewajiban. Dalam masyarakat, pada umumnya ditemukan dua jenis status atau kedudukan, yaitu sebagai berikut : 
  1. Ascribed status adalah kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memerhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan. Kedudukan jenis ini diperoleh karena kelahiran. Misalnya, anak seorang raja langsung menjadi putra mahkota. Jenis kedudukan ini akan dtemukan pada masyarakat dengan sistem lapisan tertutup.
  2. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja. Kedudukan ini tidak diperoleh atas dasar kelahiran, tetapi bersifat terbuka bagi siapa saja, tergantung kemampuan masing-masing. Misalnya, saat seseorang memutuskan untuk menjadi hakim karena telah memenuhi persyaratan dengan menempuh pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Peran adalah tugas yang dijalankan berdasarkan hak dan kewajiban yang merupakan statusnya. Contohnya, seorang siswa yang berstatus sebagai pelajar, karena ia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan berkewajiban untuk belajar, perannya adalah individu yang beraktifitas di sekolah. 

Demikian artikel yang dapat saya tulis untuk kesempatan kali ini, sekiranya lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, akrena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, jika anda merasa artikel ini berguna bagi anda, apalah salahnya untuk share artikel ini kepada teman-teman anda di Social Media, dan memberikan G+ pada postingan ini. Billahi taufiq wal hidayah. Assalamualaikum WR. WB